Previous
  • UPDATE BEASISWA !!! PRESS RELEASE KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI TENTANG PENGUMUMAN BANTUAN BEASISWA PRESTASI

    PRESS RELEASE ... [ Baca ]

  • PENERIMA BANTUAN BEASISWA PRESTASI BAGI MAHASISWA DIPLOMA TIGA (D3), STRATA SATU (S1), STRATA DUA (D2), STRATA TIGA (S3), DAN DOKTER SPESIALIS TAHUN ANGGARAN 2017

    Jambi - Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Jambi TUNTAS (Ter... [ Baca ]

  • REVOLUSI MENTAL

  • NAWA CITA

  • FOTO BERSAMA

  • SELFIE BERSAMA GUBERNUR

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA MENYALAMI PESERTA

  • PEMBUKAAN

  • VERIFIKASI AKHIR

  • PAK GUBERNUR JAMBI

  • PAK WAKIL GUBERNUR

  • PESERTA UPACARA

  • PAPARAN GUBERNUR JAMBI

  • MALAM PUNCAK PENGANUGERAHAN

  • PENGHARGAAN KEPADA KEPALA DAERAH BERPRESTASI DI BIDANG TIK

  • MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN (MENDIKBUD) MUHADJIR EFFENDY

  • KEPALA PUSTEKKOM BERSAMA GUBERNUR JAMBI

  • FOTO BERSAMA

  • PESERTA WORKSHOP

    PESERTA WORKSHOP

  • PESERTA WORSHOP

    PESERTA WORSHOP

  • KEPALA PUSAT PDSPK KEMDIKBUD

  • PAPARAN KAPUS PDSPK KEMDIKBUD

  • LAUNCHING SISKA

  • LAUNCHING SISKA

  • LAUNCHING SISKA

  • LAUNCHING SISKA

  • LAUNCHING SISKA

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA DAN PIMPINAN KOMISI X DPR RI SUTAN ADIL HENDRA

    GUBERNUR ZUMI ZOLA DAN PIMPINAN KOMISI X DPR RI SUTAN ADIL HENDRA

  • GUBERNUR, SUTAN ADIL HENDRA, KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI, DIREKTUR BNI JAMBI

    GUBERNUR, SUTAN ADIL HENDRA, KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI, DIREKTUR BNI JAMBI

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA MEMBERIKAN SAMBUTAN

    GUBERNUR ZUMI ZOLA MEMBERIKAN SAMBUTAN

  • GUBERNUR MEMBERIKAN PENGARAHAN KEPADA PARA SISWA-SISWI

    GUBERNUR MEMBERIKAN PENGARAHAN KEPADA PARA SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI

  • SUTAN ADIL HENDRA MEMBERIKAN SAMBUTAN

    PIMPINAN KOMISI X DPR RI SUTAN ADIL HENDRA MEMBERIKAN SAMBUTAN

  • SUTAN ADIL HENDRA DAN DIREKTUR BNI CABANG JAMBI ERWIN

    SUTAN ADIL HENDRA DAN DIREKTUR BNI CABANG JAMBI ERWIN

  • SUTAN ADIL HENDRA MEMBERIKAN CENDERAMATA KEPADA KEPALA SMA NEGERI 1

    SUTAN ADIL HENDRA MEMBERIKAN CENDERAMATA KEPADA KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI EVARIANA

  • KEPSEK SMA NEGERI 1 MEMBERIKAN CENDERAMATA KEPADA GUBERNUR

    KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1, EVARIANA, MEMBERIKAN CENDERAMATA KEPADA GUBERNUR ZUMI ZOLA

  • PENYERAHAN BEASISWA OLEH SUTAN ADIL HENDRA

    PIMPINAN KOMISI X DPR RI, SUTAN ADIL HENDRA, MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWI PENERIMA BEASISWA.

  • GUBERNUR MENYERAHKAN BEASISWA

    GUBERNUR ZUMI ZOLA MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWA PENERIMA BEASISWA

  • PENYERAHAN BEASISWA OLEH SUTAN ADIL HENDRA

    PIMPINAN KOMISI X DPR RI, SUTAN ADIL HENDRA, MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWA PENERIMA BEASISWA

  • GUBERNUR MENYERAHKAN BEASISWA

    GUBERNUR ZUMI ZOLA MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWI PENERIMA BEASISWA

  • PENYERAHAN BEASISWA OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

    PLT. KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI, AGUS HERIANTO, MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWI PENERIMA BEASISWA

  • FOTO BERSAMA

    FOTO BERSAMA GUBERNUR ZUMI ZOLA, SUTAN ADIL HENDRA, KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI, DIREKTUR BNI DAN PARA SISWA PENERIMA BEASISWA PIP

  • PEJABAT DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI DAN POLDA JAMBI

  • PLT KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI MEMBERIKAN ARAHAN

  • PLT KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI BERSALAMAN DENGAN TIM PENGANTAR SOAL UN

  • FOTO BERSAMA TIM PENGANTAR SOAL UN DIKAWAL DAN PERSONEL POLDA JAMBI

  • GUBERNUR MENCIUM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

    GUBERNUR MENCIUM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG MEMBERIKAN KARANGAN BUNGA KEPADANYA DALAM ACARA PERINGATAN HARI PEDULI AUTIS SEDUNIA TAHUN 2017

  • GUBERNUR MENIUP LILIN KUE ULANG TAHUN BERSAMA ANAK-ANAK AUTIS

    GUBERNUR MENIUP LILIN KUE ULANG TAHUN BERSAMA ANAK-ANAK AUTIS DALAM ACARA PERINGATAN HARI PEDULI AUTIS SEDUNIA TAHUN 2017 DI PROVINSI JAMBI

  • DIKLAT PENGELOLAAN DANA BOS KEPALA SMA NEGERI DAN SLB NEGERI SE-PROVINSI JAMBI TAHUN 2017

  • SAMBUTAN PLT KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

  • PARA PESERTA MUSRENBANG PEMERINTAH PROVINSI JAMBI TAHUN 2018

  • FOTO BERSAMA GUBERNUR, WAKIL GUBERNUR DAN PARA BUPATI/WALIKOTA

  • FOTO BERSAMA GUBERNUR DAN PESERTA

  • SISWA-SISWI MENGIKUTI UNBK

    SISWA-SISWI SMA NEGERI 9 KOTA JAMBI FOKUS MENGERJAKAN SOAL-SOAL UJIAN UNBK 2017

  • SISWA-SISWI ANTUSIAS MENYAMBUT KEDATANGAN GUBERNUR

    SISWA-SISWI ANTUSIAS MENYAMBUT KEDATANGAN GUBERNUR SAAT MENINJAU UNBK DI SMA NEGERI 9 KOTA JAMBI

  • FOTO BERSAMA

  • KABID PEMBINAAN SMA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

  • PARA PESERTA LOMBA DEBAT BAHASA TINGKAT SMA SE-PROVINSI JAMBI

  • GUBERNUR FOTO BERSAMA PARA SISWA-SISWI PESERTA UPACARA

    GUBERNUR FOTO BERSAMA PARA SISWA-SISWI PESERTA UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2017 DI PROVINSI JAMBI

  • FOTO BERSAMA

  • FOTO BERSAMA

  • PEMBERIAN BINGKISAN KEPADA PESERTA

  • PEMBUKAAN KEGIATAN PUS 2017

  • SAMBUTAN KEPALA UPTD BTIKP

  • SAMBUTAN KEPALA PUSTEKKOM KEMENDIKBUD RI

  • FOTO BERSAMA

  • PENGALUNGAN KARANGAN BUNGA OLEH PLH KADIS PENDIDIKAN

    PENGALUNGAN KARANGAN BUNGA OLEH PLH KADIS PENDIDIKAN KEPADA SOLBI,S.PD. M.PD, KEPALA SLB SRI SOEDEWI JAMBI YANG MERAIH JUARA 1 KEPALA SEKOLAH PENDIDIKAN KHUSUS BERPRESTASI DAN BERDEDIKASI TINGKAT NASIONAL.

  • FOTO BERSAMA

  • SISWA-SISWI SLB SRI SOEDEWI MENYAMBUT KEDATANGAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI

    SISWA-SISWI SLB SRI SOEDEWI ANTUSIAS MENYAMBUT KEDATANGAN KEPALA SEKOLAH YANG MEREKA BANGGAKAN YANG MERAIH JUARA 1 KEPALA SEKOLAH PENDIDIKAN KHUSUS BERPRESTASI DAN BERDEDIKASI TINGKAT NASIONAL

  • FOTO BERSAMA

  • GUBERNUR LAUNCHING BEASISWA

    GUBERNUR ZOLA LAUNCHING SISTEM PENDAFTARAN ONLINE BANTUAN BEASISWA PEMPROV JAMBI TAHUN 2017

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA MEMIMPIN UPACARA

    GUBERNUR ZUMI ZOLA MEMIMPIN UPACARA HUT RI KE 72 DI PROVINSI JAMBI

  • DRAMA KOLOSAL SULTAN THAHA JAMBI

    DRAMA KOLOSAL INI MELIBATKAN 155 ORANG YANG TERDIRI DARI 30 ORANG ANGGOTA KODIM O415/BATANGHARI DAN SELEBIHNYA SISWA SISWI DARI BERBAGAI SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN KEJURUAN YANG ADA DI KOTA JAMBI.

  • SISWA BERPRESTASI TURUT SERTA DI MOBIL HIAS DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

  • MASYARAKAT BERNYANYI BERSAMA DI DEPAN MOBIL HIAS DISDIK PROV JAMBI

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA MENYAKSIKAN PAWAI DI DEPAN RUMAH DINAS GUBERNUR

  • MOBIL HIAS DISDIK PROV JAMBI

Next
Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi
Sejarah Provinsi Jambi

 

 

 1. Pra Kerajaan Non Islam

Maksud Pra Kerajaan Non Islam adalah era dimana Jambi belum ada pemerintahan atau kerajaan yang memerintah dan memimpin, saat itu Jambi masih masuk dalam zaman purba. Menurut Junaidi T. Noor dalam Mencari Jejak Sangkala, etnik yang pertama menghuni Jambi adalah etnik Melayu kemudian berkembang ke dalam Suku Kerinci, Suku Batin, Suku Bangsa Dua Belas, Suku Penghulu sampai Suku Anak Dalam. Masa prasejarah Jambi terdiri dari Zaman Mesolitik dan Zaman Neolitik. Kemudian masa Kerajaan Melayu Kuno, Kerajaan Melayu Islam, Masa Kolonial, Masa Kemerdekaan RI dan Masa Provinsi Jambi.

Penduduk Jambi terbentuk dari perpaduan berbagai kelompok etnik, baik penduduk asli maupun pendatang. Penduduk asli Jambi terdiri atas Suku Bangsa Kubu, Kerinci, Batin, Orang Laut atau Bajau, Orang Penghulu, Suku Pindah dan Orang Melayu. Sedangkan penduduk pendatang berasal dari Palembang, Minangkabau, Jawa, Batak, Bugis, Banjar dan sebagainya. Selain itu orang-orang Tionghoa, Arab dan India juga merupakan bagian dari pengayaan suku atau asimilasi penduduk Jambi.

Suku Bangsa Kubu atau disebut Suku Anak Dalam (SAD) merupakan suku bangsa yang paling awal datang ke Jambi sekitar 4500 sebelum masehi. Asal usul Suku SAD masih belum dapat dipastikan, ada yang berpendapat bahwa SAD merupakan penduduk Sriwijaya yang diserang oleh Kerajaan Chola India, Kerjaan Singosari dan Majapahit.

Suku Bangsa Kerinci merupakan penduduk kedua yang datang ke Jambi. Mereka diperkirakan berasal dari Hindia Belakang yang datang melalui Semenanjung Malaka terus ke hulu menyusuri Batanghari mencari daerah subur yaitu Kerinci. Perpindahan ini terjadi sekitar pada 4000 sebelum masehi.

Suku Batin, Penghulu dan Suku Pindah mendiami Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo dan Tebo. Suku Batin berasal dari daerah pegunungan sebelah barat seperti Kerinci. Diperkirakan perpindahan itu terjadi sekitar abad pertama masehi. Setelah daerah tersebut didiami orang-orang Suku Batin, pada abad 15 datang orang-oramg Penghulu yang berasal dari Minangkabau. Mereka datang karena tertarik dengan tambang-tambang emas yang banyak terdapat di daerah tersebut, seperti Liman, Batang asai, Nibung, Pangkalan Jambu dan Ulu Tabir. Kemudian setelah itu datang pula orang-orang Rawas dari Palembang yang disebut orang Pindah.

Suku Melayu diperkirakan datang ke Jambi pada 3500 sebelum masehi. Mereka berasal dari Hindi Belakang yang mendiami daerah Kabupaten Batanghari, Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi dan Kota Jambi. Pola kehidupan Suku Melayu mirip dengan Suku Batin yang hidup dari hasil pertanian. Sedangkan Suku Bajau dan Orang Laut merupakan penduduk pendatang terakhir yang hidup dan mengembangkan kebudayaannya di daerah tepi pantai.  

 

 2. Kerajaan Non Islam

Yang dimaksud dengan Kerajaan Non Islam adalah masa dimana Jambi mulai berkembang pengaruh agama Hindu dan Budha. Ini terjadi sekitar abad IV sampai XVI masehi. Pengaruh agama Hindu dan Budha melahirkan beberapa kerajaan di Jambi yang berganti-ganti seperti Kerajaan Melayu Kuno, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Melayu-Singosari dan Kerajaan Darmasraya.

Bukti otentik tentang keberadaan Kerajaan Non Islam di Jambi dapat dibuktikan dari kronik Cina zaman Dinasti Tang berkisar tahun 645 masehi yang menyebutkan datangnya utusan dari negeri Mo-lo-yeu. Para ahli sepakat yang dimaksud adalah Kerajaan Melayu karena terletak di pantai Timur Pulau Sumatera yang berarti di Jambi. Dalam pemberitaan Arab, pada zaman pemerintahan Khalifah Muawiyah (661-681 M) disebut istilah Zabag sebagai bandar lada terbesar di Selatan Pulau Sumatera, ini yang dimaksud adalah Muara Sabak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Keberadaan Kerajaan Melayu di Jambi dibuktikan dari pemberitaan I-tsing seorang pendeta Budha yang mengadakan perjalanan ke India (671 M). Dalam perjalanan pulang kembali dari India, I-tsing menyebut ada Kerajaan Melayu (Mo-lo-yeu) yang berubah menjadi San-fo-tsi (Sriwijaya). Disamping itu dibuktikan dari adanya prasasti Karang Birahi yang dibuat sekitar tahun 686 M.

Kerajaan Sriwijaya perlahan mulai menghilang ini dibuktikan dari pemberitaan Ling-wai-tai-ta sekitar abad XI M bahwa ada negeri Chan-pei (maksudnya Jambi) mengirim utusan ke negeri Cina atas kehendak sendiri. Selanjutnya Kerajaan Melayu bangkit lagi dengan dibuktikan dari ekspedisi Pamelayu dari Kerajaan Singosari Jawa Timur tahun 1275 dengan membawa arca Amoghapsa. Ekspedisi ini lambang kerja sama anatara Kerajaan Melayu dengan Kerajaan Singosari.

Kerajaan Melayu pada tahun 1350 dipimpin oleh Raja Aditiyawarman memimpin di huluan Sungai Batanghari sekitar Bungo-Tebo. Kekuasaannya sampai ke Minangkabau. Selanjutnya Raja Adityawarman memindahkan pusat Kerajaan Melayu ke Pagaruyung yang berubah menjadi Kerajaan Darmasraya. Sekitar abad XVI kerajaan terbesar Nusantara Majapahit semakin menghilang, begitu juga dengan Kerajaan Melayu juga menghilang. Selanjutnya sekitar abad ke XVI agama Islam masuk ke Nusantara termasuk Jambi.

3. Kerajaan Islam

Menurut A. Rauf Ibrahim dalam Seminar Masuknya Islam di Jambi pada bulan Maret 1981 di kampus IAIN Jambi bahwa pembawa agama Islam pertama di Jambi adalah Ahmad Salim dari Turki. Demikian juga dalam laporan hasil penelitian “Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam di Jambi” yang dilakukan oleh IAIN Jambi tahun 1979 disebutkan bahwa penyebar agama Islam pertama di Jambi adalah Ahmad Salim dengan gelar Datuk Paduko Berhalo yang juga adalah suami Raja Melayu Jambi Puteri Selaras Pinang Masak.

Kerajaan Islam di Jambi dimulai dari raja pertamanya Puteri Selaras Pinang Masak sekitar tahun 1400 an. Dari raja pertama inilah secara turun temurun lahirnya raja-raja baru di Jambi sampai akhir abad 19. Dari sekian banyak raja yang sangat terkenal adalah Orang Kayo Hitam dan Sultan Thaha Syaifuddin. Menurut Rd. H. Abdullah dalam bukunya berjudul Riwayat Asal Ditemukannya “Tanah Pilih” tahun 1995, nama-nama Raja/Kepala Pemerintahan Jambi dari tahun 1460 sampai dengan 1904 adalah sebagai berikut :

  1. Puteri Selaras Pinang Masak/Datuk Paduko Berhala (Ahmad Salim) tahun 1460
  2. Orang Kayo Pingai tahun 1480
  3. Orang Kayo Pedataran tahun 1490
  4. Orang Kayo Hitam tahun 1500
  5. Pangeran Hilang Diair atau disebut Penembahan Rantau Kapas tahun 1515
  6. Penembahan Rengas Pandak tahun 1540
  7. Penembahan Bawah Sawah tahun 1565
  8. Penembahan Kota Baru tahun 1590
  9. Pangeran Kedah gelar Sultan Abdul Kahar tahun 1615
  10. Pangeran Depati Anom gelar Sultan Abdul Jalil atau disebut Sultan Agung tahun 1643
  11. Raden Penulis gelar Sultan Abdul Mahji atau disebut Sultan Ingologo tahun 1665
  12. Raden Cakra Negara gelar Sultan Kiyai Gede atau disebut Pangeran Depati tahun 1690
  13. Kiyai Singo Patih gelar Sunan Abdul Rahman tahun 1690
  14. Raden Culip (Julat) gelar Sunan Ingologo tahun 1690
  15. Sultan Muhammad Syah tahun 1696
  16. Sultan Seri Ingologo tahun 1740
  17. Pangeran Purbo Suto Wijoyo gelar Sultan Anom Seri Ingologo atau disebut Sultan Zainuddin tahun 1770
  18. Pangeran Ratu gelar Sultan Ratu Seri Ingologo atau disebut Mas’ud Badaruddin tahun 1790
  19. Raden Denting gelar Sultan Agung Seri Ingologo atau disebut Sultan Muhammad Mahidin tahun 1812
  20. Raja Jambi yang belum dikenal beristrikan Puteri Raja Palembang bernama Ratu Ibu atau Puteri Ayu
  21. Raden Muhammad atau disebut Pangeran Ratu gelar Sultan Muhammad Fachruddin (Sultan Keramat) tahun 1833
  22. RA. Rahman atau disebut Pangeran Ratu gelar Sultan Abdul Rahman Nazaruddin tahun 1841
  23. Pengeran Jayaningrat atau disebut Pangeran Ratu gelar Sultan Thaha Syaifuddin tahun 1855
  24. Raden Ahmad gelar Sultan Ahmad Nazaruddin atau disebut Sultan Bayang tahun 1858
  25. Sultan Ahmad Mahidin tahun 1881
  26. Pangeran Suryo gelar Sultan Ahmad Zainuddin tahun 1886

Dari tahun 1855 Raja Kerajaan Jambi adalah Sultan Thaha Syaifuddin sampai tahun 1904. Tapi karena Sultan Thaha Syaifuddin tidak bersedia kerja sama dengan Belanda dan membatalkan semua perjanjian kerjasama yang sudah dijalin oleh pendahulunya maka Belanda marah besar dan memerangi Sultan Thaha Syaifuddin mulai dari mengusir dari Istana kerajaan (lokasinya sekarang menjadi Mesjid Agung Alfalah) sampai dengan menyerang tempat persembunyian Sultan Thaha Syaifuddin di Betung Berdarah. Pada bulan April 1904 Sultan Thaha Syaifuddin gugur dalam perang yang tidak seimbang.

Setelah Sultan Thaha Syaifuddin dinyatakan wafat oleh Belanda, kepala pemerintahan Provinsi Jambi dipimpin oleh Residen masing-masing adalah :

  1. OL Helfrich tahun 1906-1908
  2. AJN Engelemberg tahun 1908-1910
  3. Th. AL Heyting tahun 1910-1913
  4. AL Kamerling tahun 1913-1915
  5. HCE Qwaast tahun 1915-1918
  6. HLC Petri tahun 1918-1923
  7. C Poorman tahun 1923-1925
  8. GJ Van Dongen tahun 1925-1927
  9. HEK Ezerman tahun 1927-1928
  10. JRF Varsohoor Van Noose tahun 1928-1931
  11. W Tainbuch tahun 1931-1933
  12. Ph J Van Der Meulan tahun 1933-1936
  13. MJ Ruhschaver tahun 1936-1940
  14. Reuvers tahun 1940-1942
  15. Seky Tojoo (Kepala Pemerintahan/Syu Chokan) tahun 1942-1945 sudah masuk era penjajahan Jepang.

 4. Pembentukan Otonomi Provinsi Jambi

Pembentukan Otonomi Provinsi Jambi berlangsung sebanyak 3 (tiga) kali sejak Kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya Provinsi Jambi pada tahun 1945 bergabung dengan Provinsi Sumatera, kemudian pada tahun 1950 masuk Wilayah Provinsi Sumatera Tengah dan terakhir menjadi wilayah otonomi sendiri berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Swantantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau (diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 1958).

Sedangkan pembentukan kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi terjadi sebanyak 3 kali juga yaitu pada tahun 1956 dengan Daerah Swantantra Tingkat II Batanghari, Merangin, Kerinci dan Kotapraja Jambi. Kemudian terjadi pemekaran kabupaten/kota pada tahun 1965 dengan pembentukan Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko dan Tanjung Jabung. Terakhir terjadi lagi pemekaran dengan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Berikut adalah nama-nama Residen dan Gubernur Jambi dari tahun 1945 sampai sekarang adalah terdiri dari sebagai berikut :

  1. Dokter Sagaf Yahya                            Residen           Tahun 1945
  2. R. Inu Kertopati                                 Residen           Tahun 1945-1950
  3. Bachsan                                            Residen           Tahun 1950-1953
  4. Hoesin Puang Limboro                        Residen           Tahun 1953-1954
  5. R. Sadono                                         Residen           Tahun 1954-1955
  6. Yamin gelar Datuk Bagindo                  Residen           Tahun 1955-1957
  7. M. Yusuf Singadekane                         Gubernur          Tahun 1957-1967
  8. H. Abdul Manaf                                   Pj. Gubernur     Tahun 1967-1968
  9. RM. Nur Atmadibrata                           Gubernur          Tahun 1968-1974
  10. Jamaluddin Tambunan, SH                   Gubernur          Tahun 1974-1979
  11. Edy Sabara                                        Pj Gubernur        Tahun 1979
  12. Maschun Sofwan, SH                            Gubernur           Tahun 1979-1989
  13. Drs. H. Abdurrachman Sayuti                Gubernur            Tahun 1989-1999
  14. Drs. H. Zulkifli Nurdin                            Gubernur          Tahun 1999-2004
  15. DR. Sudarsono Hardjosoekarto              Pj Gubernur       Tahun 2004-2005
  16. Drs. H. Zulkifli Nurdin                           Gubernur          Tahun 2005-2010
  17. Drs. H. Hasan Basri Agus                     Gubernur           Tahun 2010-2015

 

 

Azwan, S.Sos, ME

Kepala BTIKP Disdik Provinsi Jambi

 

 


Back to Top