Previous
  • TANOTO FOUNDATION GANDENG DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI KEGIATAN MEDIA GATHERING

    Jambi – Tanoto Foundation adakan media gathering bersama sejum... [ Baca ]

  • REVOLUSI MENTAL

  • NAWA CITA

  • FOTO BERSAMA

  • SELFIE BERSAMA GUBERNUR

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA MENYALAMI PESERTA

  • PEMBUKAAN

  • VERIFIKASI AKHIR

  • PAK GUBERNUR JAMBI

  • PAK WAKIL GUBERNUR

  • PESERTA UPACARA

  • PAPARAN GUBERNUR JAMBI

  • MALAM PUNCAK PENGANUGERAHAN

  • PENGHARGAAN KEPADA KEPALA DAERAH BERPRESTASI DI BIDANG TIK

  • MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN (MENDIKBUD) MUHADJIR EFFENDY

  • KEPALA PUSTEKKOM BERSAMA GUBERNUR JAMBI

  • FOTO BERSAMA

  • PESERTA WORKSHOP

    PESERTA WORKSHOP

  • PESERTA WORSHOP

    PESERTA WORSHOP

  • KEPALA PUSAT PDSPK KEMDIKBUD

  • PAPARAN KAPUS PDSPK KEMDIKBUD

  • LAUNCHING SISKA

  • LAUNCHING SISKA

  • LAUNCHING SISKA

  • LAUNCHING SISKA

  • LAUNCHING SISKA

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA DAN PIMPINAN KOMISI X DPR RI SUTAN ADIL HENDRA

    GUBERNUR ZUMI ZOLA DAN PIMPINAN KOMISI X DPR RI SUTAN ADIL HENDRA

  • GUBERNUR, SUTAN ADIL HENDRA, KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI, DIREKTUR BNI JAMBI

    GUBERNUR, SUTAN ADIL HENDRA, KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI, DIREKTUR BNI JAMBI

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA MEMBERIKAN SAMBUTAN

    GUBERNUR ZUMI ZOLA MEMBERIKAN SAMBUTAN

  • GUBERNUR MEMBERIKAN PENGARAHAN KEPADA PARA SISWA-SISWI

    GUBERNUR MEMBERIKAN PENGARAHAN KEPADA PARA SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI

  • SUTAN ADIL HENDRA MEMBERIKAN SAMBUTAN

    PIMPINAN KOMISI X DPR RI SUTAN ADIL HENDRA MEMBERIKAN SAMBUTAN

  • SUTAN ADIL HENDRA DAN DIREKTUR BNI CABANG JAMBI ERWIN

    SUTAN ADIL HENDRA DAN DIREKTUR BNI CABANG JAMBI ERWIN

  • SUTAN ADIL HENDRA MEMBERIKAN CENDERAMATA KEPADA KEPALA SMA NEGERI 1

    SUTAN ADIL HENDRA MEMBERIKAN CENDERAMATA KEPADA KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI EVARIANA

  • KEPSEK SMA NEGERI 1 MEMBERIKAN CENDERAMATA KEPADA GUBERNUR

    KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1, EVARIANA, MEMBERIKAN CENDERAMATA KEPADA GUBERNUR ZUMI ZOLA

  • PENYERAHAN BEASISWA OLEH SUTAN ADIL HENDRA

    PIMPINAN KOMISI X DPR RI, SUTAN ADIL HENDRA, MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWI PENERIMA BEASISWA.

  • GUBERNUR MENYERAHKAN BEASISWA

    GUBERNUR ZUMI ZOLA MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWA PENERIMA BEASISWA

  • PENYERAHAN BEASISWA OLEH SUTAN ADIL HENDRA

    PIMPINAN KOMISI X DPR RI, SUTAN ADIL HENDRA, MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWA PENERIMA BEASISWA

  • GUBERNUR MENYERAHKAN BEASISWA

    GUBERNUR ZUMI ZOLA MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWI PENERIMA BEASISWA

  • PENYERAHAN BEASISWA OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

    PLT. KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI, AGUS HERIANTO, MENYERAHKAN BEASISWA PIP KEPADA SALAH SEORANG SISWI PENERIMA BEASISWA

  • FOTO BERSAMA

    FOTO BERSAMA GUBERNUR ZUMI ZOLA, SUTAN ADIL HENDRA, KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI, DIREKTUR BNI DAN PARA SISWA PENERIMA BEASISWA PIP

  • PEJABAT DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI DAN POLDA JAMBI

  • PLT KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI MEMBERIKAN ARAHAN

  • PLT KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI BERSALAMAN DENGAN TIM PENGANTAR SOAL UN

  • FOTO BERSAMA TIM PENGANTAR SOAL UN DIKAWAL DAN PERSONEL POLDA JAMBI

  • GUBERNUR MENCIUM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

    GUBERNUR MENCIUM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG MEMBERIKAN KARANGAN BUNGA KEPADANYA DALAM ACARA PERINGATAN HARI PEDULI AUTIS SEDUNIA TAHUN 2017

  • GUBERNUR MENIUP LILIN KUE ULANG TAHUN BERSAMA ANAK-ANAK AUTIS

    GUBERNUR MENIUP LILIN KUE ULANG TAHUN BERSAMA ANAK-ANAK AUTIS DALAM ACARA PERINGATAN HARI PEDULI AUTIS SEDUNIA TAHUN 2017 DI PROVINSI JAMBI

  • DIKLAT PENGELOLAAN DANA BOS KEPALA SMA NEGERI DAN SLB NEGERI SE-PROVINSI JAMBI TAHUN 2017

  • SAMBUTAN PLT KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

  • PARA PESERTA MUSRENBANG PEMERINTAH PROVINSI JAMBI TAHUN 2018

  • FOTO BERSAMA GUBERNUR, WAKIL GUBERNUR DAN PARA BUPATI/WALIKOTA

  • FOTO BERSAMA GUBERNUR DAN PESERTA

  • SISWA-SISWI MENGIKUTI UNBK

    SISWA-SISWI SMA NEGERI 9 KOTA JAMBI FOKUS MENGERJAKAN SOAL-SOAL UJIAN UNBK 2017

  • SISWA-SISWI ANTUSIAS MENYAMBUT KEDATANGAN GUBERNUR

    SISWA-SISWI ANTUSIAS MENYAMBUT KEDATANGAN GUBERNUR SAAT MENINJAU UNBK DI SMA NEGERI 9 KOTA JAMBI

  • FOTO BERSAMA

  • KABID PEMBINAAN SMA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

  • PARA PESERTA LOMBA DEBAT BAHASA TINGKAT SMA SE-PROVINSI JAMBI

  • GUBERNUR FOTO BERSAMA PARA SISWA-SISWI PESERTA UPACARA

    GUBERNUR FOTO BERSAMA PARA SISWA-SISWI PESERTA UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2017 DI PROVINSI JAMBI

  • FOTO BERSAMA

  • FOTO BERSAMA

  • PEMBERIAN BINGKISAN KEPADA PESERTA

  • PEMBUKAAN KEGIATAN PUS 2017

  • SAMBUTAN KEPALA UPTD BTIKP

  • SAMBUTAN KEPALA PUSTEKKOM KEMENDIKBUD RI

  • FOTO BERSAMA

  • PENGALUNGAN KARANGAN BUNGA OLEH PLH KADIS PENDIDIKAN

    PENGALUNGAN KARANGAN BUNGA OLEH PLH KADIS PENDIDIKAN KEPADA SOLBI,S.PD. M.PD, KEPALA SLB SRI SOEDEWI JAMBI YANG MERAIH JUARA 1 KEPALA SEKOLAH PENDIDIKAN KHUSUS BERPRESTASI DAN BERDEDIKASI TINGKAT NASIONAL.

  • FOTO BERSAMA

  • SISWA-SISWI SLB SRI SOEDEWI MENYAMBUT KEDATANGAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI

    SISWA-SISWI SLB SRI SOEDEWI ANTUSIAS MENYAMBUT KEDATANGAN KEPALA SEKOLAH YANG MEREKA BANGGAKAN YANG MERAIH JUARA 1 KEPALA SEKOLAH PENDIDIKAN KHUSUS BERPRESTASI DAN BERDEDIKASI TINGKAT NASIONAL

  • FOTO BERSAMA

  • GUBERNUR LAUNCHING BEASISWA

    GUBERNUR ZOLA LAUNCHING SISTEM PENDAFTARAN ONLINE BANTUAN BEASISWA PEMPROV JAMBI TAHUN 2017

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA MEMIMPIN UPACARA

    GUBERNUR ZUMI ZOLA MEMIMPIN UPACARA HUT RI KE 72 DI PROVINSI JAMBI

  • DRAMA KOLOSAL SULTAN THAHA JAMBI

    DRAMA KOLOSAL INI MELIBATKAN 155 ORANG YANG TERDIRI DARI 30 ORANG ANGGOTA KODIM O415/BATANGHARI DAN SELEBIHNYA SISWA SISWI DARI BERBAGAI SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN KEJURUAN YANG ADA DI KOTA JAMBI.

  • SISWA BERPRESTASI TURUT SERTA DI MOBIL HIAS DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

  • MASYARAKAT BERNYANYI BERSAMA DI DEPAN MOBIL HIAS DISDIK PROV JAMBI

  • GUBERNUR ZUMI ZOLA MENYAKSIKAN PAWAI DI DEPAN RUMAH DINAS GUBERNUR

  • MOBIL HIAS DISDIK PROV JAMBI

  • PESERTA KUIS KIHAJAR

    PESERTA KUIS KIHAJAR

  • KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI DAN PEJABAT UPTD BTIKP

    KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI DAN PEJABAT UPTD BTIKP

  • PENUTUPAN

    PENUTUPAN

  • POSKO PPDB

    POSKO PPDB

  • SPANDUK PPDB 1

    SPANDUK PPDB 1

  • SPANDUK PPDB 2

    SPANDUK PPDB 2

  • JADWAL UN SMA SMK

    JADWAL UN SMA SMK

Next

Pojok Opini

Index Pojok Opini

Paradoks Teknologi Belajar

Ditulis oleh Btikp pada tanggal 05 Mei 2015

Oleh : IWAN PRANOTO

Bagi sekolah di kota besar yang sudah berfasilitas baik dan dilayani guru bermutu, penyediaan teknologi belajar bagi para murid adalah suatu kemewahan.

Teknologi untuk belajar di sekolah yang  sudah baik merupakan unsur pelengkap atau penghias semata, bukan kebutuhan. Jika tak tersedia teknologi belajar pun, para siswa tetap akan dapat belajar bersama guru.

Namun, sebaliknya, bagi sekolah-apalagi masyarakat tanpa sekolah-di pedalaman dan tanpa fasilitas, mungkin pula tak memiliki guru memadai, teknologi belajar merupakan kebutuhan. Teknologi belajar bagi anak-anak di daerah terpencil merupakan keharusan. Pada dekade kedua abad ke-21 ini, teknologi juga mungkin satu-satunya peluang bagi anak-anak di pelosok untuk belajar dengan mutu tak kalah dari temannya di perkotaan.

Inilah paradoks dalam teknologi belajar. Di perkotaan dengan fasilitas pendidikan baik, teknologi belajar suatu kemewahan; di pedalaman, teknologi belajar justru kebutuhan.

ANAK

Saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengutarakan gagasan pemanfaatan tablet atau sabak elektronik (sabak-el) sebagai media belajar, beberapa pihak meragukan.

Umumnya keraguan bersumber pada fakta infrastruktur yang belum memadai, seperti jaringan listrik dan internet. Juga ada suara yang takut anak akan memanfaatkannya guna mengakses informasi tak pantas. Malah ada yang berkata bahwa pemberian sabak sebagai ganti buku ajar untuk saat ini belum mendesak, bahkan akan membuat perbandingan pendidikan di kota besar dengan di pelosok-pelosok semakin tidak seimbang.

Semua ramalan serta komentar bernada tak positif tersebut sahih. Hanya para pengkritik itu keliru membayangkan sabak-el ini untuk diterapkan di perkotaan atau malah di seluruh Indonesia, secara nasional.

Saat ini masih banyak daerah terpencil, sulit dijangkau, terjebak konflik, atau terkena bencana. Akibatnya, anak-anak di daerah seperti ini mau tak mau harus menelan layanan pendidikan ala kadarnya.

Kerap terjadi, hanya ada satu guru di satu-satunya sekolah di desa terdekat. Guru seorang itu harus mengampu semua mata pelajaran, mulai dari Agama, Bahasa Indonesia, Kimia, Matematika, sampai Olahraga. Di beberapa daerah lain, ada prajurit TNI yang berinisiatif mengajar anak- anak di sana.

Banyak daerah terpinggirkan itu harus dicapai dengan berjalan kaki menembus hutan satu atau dua malam. Ada pula yang harus dicapai dengan kapal yang tak selalu tersedia. Ada pula yang harus dicapai dengan pesawat terbang perintis. Inilah keadaan geografis Indonesia yang harus dipahami oleh penentu kebijakan dan politisi dalam bidang kebijakan pendidikan.

Dengan keadaan penuh kendala seperti itu, bagaimana menyediakan pendidikan bermutu?

Menyediakan guru cakap dan bergairah mengajar di daerah terpencil tentu harus dilanjutkan dan digelorakan. Namun, berapa banyak guru hebat seperti itu yang sanggup disediakan dalam waktu satu-dua tahun ke depan? Lalu, dalam dua tahun itu, apakah anak-anak yang terpinggirkan dan terabaikan ini akan dibiarkan juga tak memperoleh kesempatan belajar?

Sungguh tak pantas sebenarnya pada abad ke-21 ini masih ada anak-anak kita yang belum memperoleh pendidikan wajar. Padahal, teman-temannya di Jakarta dan bahkan di Palu, Sulawesi Tengah, bersekolah dengan guru lengkap bahkan berpendidikan magister.

Karena itu, gagasan penggunaan sabak atau teknologi lainnya merupakan usulan yang layak dipikirkan. Terlebih lagi kemungkinan teknologi belajar merupakan pintu peluang terbesar negara menyediakan kesempatan belajar bermutu bagi anak-anak.

Benar bahwa di daerah terpencil belum ada infrastruktur yang memadai. Justru itu menandakan, ini saat yang tepat untuk merancangnya dengan biaya sehemat mungkin. Ini investasi pendidikan untuk 10-20 tahun ke depan. Ini saatnya rekayasawan kita merekacipta sumber daya listrik alternatif murah yang memungkinkan mengisi sumber daya sabak-el.

Surya, angin, bahkan sumber daya listrik kinetik putaran tuas tangan anak sendiri merupakan sumber daya alternatif. Beberapa desain sudah mampu mengubah putaran tuas oleh anak dalam 3 menit cukup guna mengaktifkan laptop 1 jam.

Tak ada jaringan internet juga bukan masalah karena sabak-el dapat dimanfaatkan dengan modus luar jaringan (luring). Dengan mempersiapkan bahan ajar dalam kartu memori, sabak-el dapat berfungsi sebagai sumber bahan ajar dan dapat diperbarui datanya dengan mudah secara berkala, yakni dengan mengirimkan kartu memori kecil itu. Ini jauh lebih mungkin dan hemat ketimbang mengirim buku ajar.

Keuntungan lain dari penggunaan sabak-el ini ialah peluang melokalkan pembelajaran IPA, IPS, Matematika, dan sebagainya, seperti ke dalam bahasa ibu. Dengan pendekatan buku ajar tradisional, tentunya hal ini rumit dan mahal, tetapi justru menjadi mungkin diwujudkan dengan teknologi.

GURU

Jika guru di sekolah terpencil mengikuti program pelatihan di kota terdekat, guru akan meninggalkan sekolah dan muridnya akan terganggu. Belum lagi isi pelatihan guru saat ini kerap belum ke konsep mendalam karena jumlah dan kapasitas widyaiswara masih kurang.

Akan tetapi, dengan sabak-el, guru dapat langsung belajar dan mempraktikkan cara membelajarkan satu topik tertentu pada waktu yang singkat, tanpa perlu meninggalkan sekolahnya. Jika harus membelajarkan perkalian bilangan bulat hari Senin, misalnya, pada hari Minggu guru dapat langsung menyimak klip video lima menitan bagaimana mengajarkannya. Ini hemat dan akan tepat sasaran.

Seperti juga bagi murid, bagi guru di daerah terpencil, teknologi belajar juga kebutuhan. Program sabak-el ini layak untuk dikaji lebih rinci. Kemudian, jika dianggap layak, perlu diujicobakan dalam skala kecil dahulu untuk lokasi tertentu dan satu atau dua mata pelajaran saja. Uji coba untuk pulau yang terpencil, misalnya.

Ada yang skeptis bahwa program ini akan dikorupsi. Tentu ada kemungkinan itu. Bukankah buku ajar tradisional atau fasilitas pendidikan juga diselewengkan? Kurang bijak jika kesempatan belajar anak-anak terpinggirkan ini dipupuskan hanya karena kecurigaan akan ada orang jahat yang tega memalak dananya. ***

IWAN PRANOTO (Guru Besar Matematika ITB)

http://print.kompas.com/baca/2015/03/03/Paradoks-Teknologi-Belajar

Tambahkan tanggapan anda:

Nama
Email
Alamat
Website
Komentar
Security Code

Back to Top